Skema gagasanIdea schema
Henry Corbin: Peta GagasanHenry Corbin: A Map of Ideas
Mundus imaginalis, Isyraq, teofani, gnosis Syiah, dan hermeneutika spiritualMundus imaginalis, Ishrāq, theophany, Shiʿite gnosis and spiritual hermeneutics
49 gagasanideas · diperbaruiupdated 2026-10-25
Skema ini memetakan pemikiran Henry Corbin (1903–1978), filsuf Prancis yang menghabiskan hidupnya menafsirkan filsafat dan spiritualitas Iran-Islam. Pusatnya adalah konsep mundus imaginalis, alam perantara yang nyata antara dunia indrawi dan dunia akal, beserta daya pengenalnya, imajinasi aktif. Dari sana bercabang kajian Corbin atas Suhrawardī dan filsafat iluminasi, teofani Ibn ʿArabī, Imamologi Syiah dan gnosis Ismaili, kesinambungan spiritual Mazdean, serta metode hermeneutis taʾwīl yang ia tempatkan berhadapan dengan historisisme dan dengan Heidegger.
Setiap simpul menyajikan ringkasan, uraian, karya primer, lawan bicara, tautan silang, dan sumber. Bahan analitis berasal dari serangkaian esai tentang Corbin, Ibn ʿArabī, dan gnosis Islam yang terbit pada 2022–2026, dilengkapi rujukan mapan seperti Encyclopaedia Iranica dan Stanford Encyclopedia of Philosophy. Cabang penerimaan mencatat kritik historis (Wasserstrom, Gutas) dan pembacaan komparatif dalam konteks Melayu-Indonesia, dari wujūdiyya Hamzah Fansuri hingga perdebatan tentang Islam Nusantara; perbandingan ini ditandai sebagai tafsir, bukan klaim pengaruh langsung.
Peta dapat dibaca dari akar ke cabang, atau dengan mengikuti tautan silang: misalnya dari malaikat Suhrawardī ke Daēnā Mazdean dan Imam Syiah, atau dari tajallī Ibn ʿArabī ke kritik kontemporer atas ontologi yang didatarkan.
This schema maps the thought of Henry Corbin (1903–1978), the French philosopher who spent his life interpreting Iranian-Islamic philosophy and spirituality. Its centre is the concept of the mundus imaginalis, a real intermediate world between the sensible and the intelligible, together with its organ of knowledge, the active imagination. From there branch Corbin's studies of Suhrawardī and the philosophy of illumination, Ibn ʿArabī's theophanies, Shiʿite Imamology and Ismaili gnosis, Mazdean spiritual continuity, and the hermeneutic method of taʾwīl, which he set against historicism and against Heidegger.
Each node offers a summary, an exposition, primary works, interlocutors, cross-links and sources. The analytical material draws on a series of essays on Corbin, Ibn ʿArabī and Islamic gnosis published in 2022–2026, complemented by established references such as the Encyclopaedia Iranica and the Stanford Encyclopedia of Philosophy. The reception branch records historical criticisms (Wasserstrom, Gutas) and comparative readings in the Malay-Indonesian context, from Hamzah Fansuri's wujūdiyya to debates on Islam Nusantara; these comparisons are marked as interpretations, not claims of direct influence.
The map can be read from root to branches or by following cross-links: for example from Suhrawardī's angels to the Mazdean Daēnā and the Shiʿite Imam, or from Ibn ʿArabī's tajallī to contemporary critiques of flattened ontology.
