Program KPM Internasional Thailand 2026 menjadi pengalaman akademik sekaligus perjalanan lintas budaya yang memperluas cara pandang mahasiswa terhadap pendidikan, masyarakat, dan hubungan antarbangsa. Selama satu bulan di Muslimeen Suksa School, Songkhla, Thailand Selatan, penulis tidak hanya menjalankan pengabdian melalui kegiatan mengajar, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat Melayu Patani, sistem pendidikan Islam, tradisi lokal, serta dinamika sosial di wilayah perbatasan Asia Tenggara. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan internasional bukan sekadar mobilitas mahasiswa, melainkan ruang pembentukan karakter, diplomasi masyarakat, dan penguatan jejaring akademik regional. Melalui interaksi dengan guru, siswa, dan masyarakat setempat, artikel ini menggambarkan bagaimana keberagaman bahasa, budaya, dan tradisi justru menjadi sumber pembelajaran yang memperkaya pengalaman akademik dan kemanusiaan.
Belajar Lintas Budaya di Thailand Selatan: Catatan KPM Internasional 2026
Written by
in
