Erich Fromm dan Krisis Manusia Modern: Dari Hasrat Memiliki Menuju Seni Menjadi

Written by

in

Esai ini membaca Erich Fromm sebagai salah satu pemikir humanistik paling penting abad ke-20 yang menempatkan krisis manusia modern bukan hanya pada struktur ekonomi, tetapi juga pada orientasi eksistensial. Melalui To Have or To Be?, Fromm menunjukkan bahwa peradaban modern telah menjadikan kepemilikan, konsumsi, citra, dan akumulasi sebagai ukuran nilai manusia. Akibatnya, cinta, pengetahuan, agama, bahasa, bahkan identitas berubah menjadi benda yang ingin dimiliki. Dari Buddha, Yesus, Meister Eckhart, Marx, Basho, Tennyson, hingga Goethe, Fromm membangun kritik tajam terhadap kapitalisme dan budaya digital yang menukar “menjadi” dengan “memiliki.”

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.