Iris Murdoch dan Charles Taylor: Filsafat Moral tentang Kebaikan, Cinta, dan Perhatian

Written by

in

Esai ini membaca Iris Murdoch melalui tafsir Charles Taylor sebagai salah satu upaya paling serius dalam filsafat moral abad ke-20 untuk keluar dari kebuntuan etika modern. Murdoch menolak reduksi moralitas menjadi kewajiban, kalkulasi utilitarian, atau ekspresi subjektif semata. Bersama Taylor, pemikirannya memperlihatkan bahwa kehidupan moral berakar pada perhatian, cinta, kejernihan persepsi, dan orientasi kepada kebaikan. Dari kritik terhadap primacy of life hingga respons terhadap Nietzsche dan para pewarisnya, esai ini menunjukkan bahwa etika bukan hanya soal tindakan benar, melainkan seni melihat realitas dengan lebih jujur.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.