Kebijakan tarif resiprokal Donald Trump pada 2025 telah mengubah lanskap geopolitik Asia Tenggara. ASEAN yang selama ini menjadi pusat manufaktur global dan jalur utama strategi China Plus One tiba-tiba menghadapi tekanan besar dari Amerika Serikat. Tarif tinggi terhadap Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar menunjukkan bahwa perdagangan tidak lagi berdiri sebagai urusan ekonomi semata, melainkan sudah menjadi instrumen geopolitik. Esai ini membaca bagaimana tarif Trump menekan rantai pasok, memaksa negosiasi bilateral, membatasi transshipment China, dan membuka babak baru persaingan Amerika-China di Asia Tenggara.
ASEAN di Bawah Tekanan Tarif Trump: Dari Perang Dagang ke Perang Pengaruh
Ditulis oleh
di
