Etnografi Virtual: Membaca Jejak Digital sebagai Lapangan Baru Antropologi Digital

Written by

in

Etnografi virtual menantang pemahaman lama tentang “lapangan” dalam antropologi. Ketika kehidupan sosial manusia semakin berlangsung di ruang digital, peneliti tidak lagi dapat membatasi realitas hanya pada ruang fisik. Facebook, WhatsApp, Telegram, Instagram, dan platform digital lain telah menjadi ruang pembentukan identitas, jaringan sosial, afiliasi politik, bahkan memori kolektif. Artikel ini membaca etnografi virtual sebagai respons metodologis terhadap perubahan ontologis kehidupan sosial manusia. Dengan menelusuri gagasan Malinowski, Geertz, Christine Hine, dan problem etika digital, tulisan ini menawarkan refleksi mendalam tentang masa depan antropologi di era jejak digital.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.