Esai ini membahas tentang sejarah intelijen Asia Tenggara: operasi Fujiwara Kikan terhadap Sumatra melalui jaringan Aceh di Tanah Melayu. Dari Pulau Pinang, Kedah, Perak, hingga Aceh, Jepang memanfaatkan simpul sosial, ulama, propaganda radio, dan sentimen anti-Belanda untuk membuka jalan bagi penaklukan Sumatra pada 1942. Tokoh seperti Said Abu Bakar, Abdullah Hussain, Masubuchi Sahei, dan jaringan PUSA memperlihatkan bahwa perang tidak hanya dimenangkan oleh senjata, tetapi oleh informasi, kepercayaan, jaringan manusia, dan kemampuan membaca psikologi masyarakat kolonial.
Fujiwara Kikan dan Aceh: Operasi Intelijen Jepang yang Mengubah Peta Sumatra pada Perang Dunia II
Written by
in
