Hegel dan Dialektika Absolut: Dari Being–Nothing–Becoming hingga Kebebasan Universal

Written by

in

Artikel ini membahas filsafat Hegel sebagaimana dipaparkan John Shand dalam Philosophy and Philosophers. Hegel menolak pemisahan Kant antara fenomena dan noumena, lalu membangun sistem idealisme absolut di mana realitas sepenuhnya dapat diketahui karena bersifat rasional. Esai ini menguraikan logika dialektis Being–Nothing–Becoming, struktur kesadaran menuju akal, serta konsep roh obyektif yang terwujud dalam sejarah dunia: dari kebebasan seorang despot, ke kebebasan sebagian warga Yunani, hingga kebebasan universal dunia Germanik. Di puncak sistemnya, Hegel menegaskan bahwa kebebasan adalah determinasi diri menurut hukum rasional universal, yang hanya dapat diwujudkan dalam komunitas organik dan negara rasional.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.