Artikel ini merefleksikan dinamika seleksi Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026–2031 dengan menyoroti absennya kepemimpinan perempuan dalam tahap akhir pemilihan. Tulisan ini mengulas proses, peran Majelis Wali Amanat, serta tantangan kesetaraan gender dalam tata kelola perguruan tinggi di Aceh, tanpa mengedepankan provokasi, namun membuka ruang evaluasi akademik yang konstruktif.
Kepemimpinan Perempuan dalam Seleksi Rektor Universitas Syiah Kuala: Refleksi atas Proses dan Tantangan Kesetaraan di Kampus
Written by
in
