Konflik di Laut Cina Selatan tidak lagi dapat dipahami sebagai sengketa teritorial biasa. Ia telah berkembang menjadi arena perebutan kontrol operasional antara China dan Amerika Serikat, dengan implikasi langsung terhadap stabilitas Asia-Pasifik dan ekonomi global. Esai ini membedah logika terdalam konflik tersebut—dari strategi dominasi bertahap, kegagalan deterrence, hingga perang kelelahan operasional—serta menempatkan Indonesia, khususnya Natuna, sebagai variabel strategis yang tidak bisa diabaikan. Dalam lingkungan yang penuh tekanan ini, pertanyaan utamanya bukan lagi siapa yang menang, tetapi siapa yang mampu mempertahankan kendali dalam jangka panjang.
Laut Cina Selatan dan Logika Perang Modern: Kontrol Operasional, Eskalasi, dan Posisi Indonesia
Written by
in
