Esai ini membedah krisis 2030 Amerika melalui kerangka George Friedman dalam The Next 100 Years. Dengan pendekatan intelijen strategis, tulisan ini membaca siklus lima puluh tahun kekuasaan Amerika, tekanan demografi, krisis tenaga kerja, energi, imigrasi, dan pergeseran kontrak sosial yang dapat menentukan masa depan imperium Amerika. Krisis 2030 tidak dipahami sebagai kehancuran mendadak, tetapi sebagai akumulasi tekanan struktural yang memaksa Amerika melakukan rekonfigurasi besar. Dari sana, esai ini menarik implikasi strategis bagi Indonesia, terutama terkait brain drain, diaspora, kebijakan demografi, dan kompetisi global atas tenaga kerja terampil.
Siklus Kekuasaan Amerika dan Krisis 2030: Membaca George Friedman dalam Perspektif Intelijen Strategis
Written by
in
