Thymos dan Politik Pengakuan: Membaca Francis Fukuyama tentang Identitas dan Martabat Manusia Modern

Written by

in

Mengapa manusia rela marah, berkonflik, bahkan menghancurkan demokrasi demi identitas dan martabat? Dalam esai panjang ini, pemikiran Francis Fukuyama dibaca secara mendalam melalui konsep thymos, politik pengakuan, megalothymia, isothymia, dan ressentiment. Berangkat dari Plato dan Hegel, Fukuyama menunjukkan bahwa manusia bukan sekadar homo economicus, melainkan makhluk yang membutuhkan penghormatan dan pengakuan sosial. Esai ini mengulas bagaimana politik identitas, populisme, media sosial, dan krisis demokrasi liberal lahir dari luka martabat manusia modern. Sebuah pembacaan filosofis dan politik tentang mengapa abad ke-21 menjadi era konflik identitas dan pencarian pengakuan tanpa akhir.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.