Wajah agama di Aceh bukan hanya soal keyakinan, melainkan identitas kolektif yang membentuk sejarah, politik, dan budaya. Dari masa kesultanan yang melahirkan ulama besar, perlawanan terhadap kolonial, hingga penerapan syariat, agama selalu hadir dengan wajah yang berbeda. Namun, di era globalisasi, agama cenderung direduksi menjadi simbol formalitas dan gaya hidup privat, kehilangan makna sosialnya. Esai ini mengulas perjalanan panjang agama di Aceh sekaligus tantangan baru dalam menghidupkan kembali peran substansialnya sebagai kekuatan moral, sosial, dan intelektual bagi masyarakat Aceh masa kini.
Wajah Agama di Aceh: Dari Simbol Sejarah Menuju Tantangan Kontemporer
Written by
in
