Yahudi sebagai Pariah dalam Pemikiran Hannah Arendt: Luka Emansipasi, Asimilasi, dan Tradisi Tersembunyi

Written by

in

Membaca Hannah Arendt dalam The Jew as Pariah: A Hidden Tradition berarti memasuki satu wilayah sunyi dalam sejarah modern—wilayah di mana manusia diterima, tetapi tidak pernah sepenuhnya diakui. Yahudi, dalam pembacaan Arendt, bukan sekadar komunitas yang ditolak, tetapi keberadaan yang dipaksa hidup dengan syarat. Emansipasi tidak selalu membebaskan, asimilasi tidak selalu menyatukan. Dari Heine hingga Kafka, muncul satu garis pengalaman yang sama: menjadi manusia di dunia yang terus meminta agar sejarah diri disembunyikan. Di situlah pariah bukan hanya luka, tetapi juga cara memahami kebohongan peradaban tentang kemanusiaannya sendiri.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.