Perang Iran 2026 bukan sekadar konfrontasi militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Teheran. Konflik ini memperlihatkan pertemuan antara strategi tekanan maksimum administrasi Trump, agenda keamanan Netanyahu, krisis nuklir Iran, serta senjata geopolitik paling sensitif di Timur Tengah: Selat Hormuz. Melalui Operasi Epic Fury, Washington dan Tel Aviv berusaha menghancurkan kapasitas militer Iran sekaligus membuka jalan bagi perubahan rezim. Namun, respons asimetris Teheran, blokade energi, kegagalan kalkulasi intelijen, dan rapuhnya gencatan senjata menunjukkan bahwa perang ini telah berubah menjadi krisis global yang menentukan masa depan keamanan kawasan dan ekonomi dunia.
Perang Iran 2026: Analisis Geopolitik Strategi Trump-Netanyahu, Nuklir Teheran, dan Krisis Selat Hormuz
Written by
in
