Harlan adalah konsep sosial Aceh yang semakin jarang disebut, tetapi wataknya masih hidup dalam ruang publik, politik, ekonomi, agama, dan ekonomi gelap. Esai ini membaca harlan sebagai fenomena antropologi kekerasan: dari parang, pedang, terminal, pasar, backing, narkotika, hingga kekuasaan informal yang bekerja melalui rasa takut. Dengan membandingkannya secara hati-hati dengan jawara di Banten dan blater di Madura, kajian ini menempatkan harlan sebagai cermin gelap masyarakat Aceh. Harlan memperlihatkan bagaimana keberanian dapat kehilangan adab, ketika kekuasaan tidak lagi membutuhkan kebenaran, sebab cukup membuat orang lain takut untuk tunduk.
Harlan dalam Masyarakat Aceh: Dari Premanisme Jalanan ke Kekuasaan Politik, Ekonomi, dan Agama
Written by
in
