Charles Taylor dan Etika Autentisitas: Mengurai Relativisme dan Debat Inartikulatif

Written by

in

Artikel ini membahas bab “The Inarticulate Debate” dari karya monumental Charles Taylor, The Ethics of Authenticity. Taylor mengurai bagaimana relativisme, individualisme, dan self-fulfilment telah membentuk budaya modern sekaligus menjerumuskannya ke dalam krisis artikulasi moral. Ia menolak dua ekstrem—sinisme total dan glorifikasi buta—seraya menawarkan rehabilitasi autentisitas sebagai moral ideal. Autentisitas sejati, menurut Taylor, bukan sekadar mengikuti dorongan pribadi, melainkan kesetiaan pada diri yang lebih dalam, terbuka pada nilai-nilai yang lebih tinggi, dan mampu menuntun manusia ke arah kehidupan yang lebih bermakna.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.