Karl Popper menawarkan cara baru memahami pengetahuan, bukan sebagai kepastian, tetapi sebagai dugaan yang terus diuji. Dalam perspektif epistemologi evolusioner, manusia tidak pernah benar-benar memulai dari nol. Setiap pemahaman lahir dari struktur awal yang telah terbentuk melalui proses panjang kehidupan. Dunia tidak memberikan pengetahuan secara langsung, tetapi menyaring dugaan yang keliru melalui pengalaman. Dari sini, pengetahuan tidak pernah selesai, melainkan selalu bergerak antara harapan dan koreksi. Esai ini membedah secara mendalam bagaimana Popper menghubungkan biologi, filsafat, dan batas kemampuan manusia dalam memahami realitas.
Epistemologi Evolusioner Karl Popper: Dugaan, Adaptasi, dan Batas Pengetahuan Manusia
Written by
in
