Esai ini menelaah kritik Isaiah Berlin terhadap Claude-Adrien Helvétius dalam Freedom and Its Betrayal. Helvétius tampil sebagai pemikir Pencerahan yang ingin membangun ilmu politik dan moral berdasarkan prinsip nikmat dan derita. Namun, di tangan Berlin, proyek tersebut dibaca sebagai pintu menuju tirani teknokratis: sebuah tatanan yang mengklaim ingin membahagiakan manusia, tetapi justru menghilangkan kebebasan manusia melalui pendidikan, hukum, dan rekayasa sosial. Artikel ini menunjukkan bagaimana niat baik, ketika dipadukan dengan keyakinan bahwa manusia dapat dirancang secara ilmiah, dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kebebasan.
Helvétius dan Godaan Tirani yang Berniat Baik: Membaca Karya Isaiah Berlin tentang Bahaya Utilitarianisme Radikal
Written by
in
