Tradisi Flexing di Sekolah SMA: Antara Gaya, Gengsi, dan Identitas Anak Muda

Written by

in

Flexing di sekolah SMA kini sudah jadi fenomena sehari-hari. Dari sepatu branded, gadget terbaru, nongkrong di café hits, hingga prestasi akademik, semuanya bisa jadi ajang pamer alias flexing. Esai ini ditulis oleh Qaishar, siswa SMA Banda Aceh, yang mencoba melihat fenomena flexing bukan sekadar soal barang mahal atau gengsi, tapi juga kebutuhan sosial anak muda untuk diakui dan diterima. Dengan gaya reflektif, ia mengajak pembaca memahami sisi positif dan negatif flexing, sekaligus mengingatkan bahwa nilai diri bukan ditentukan dari barang yang dipamerkan, melainkan dari sikap dan prestasi nyata.

Read the original publication on KBA13 Insight

More posts

OPEN BETAAll platform features are currently available free of charge during system testing.